Ini adalah bagian yang tidak pernah aku mau.
Semoga saja akhir dari ini tidak begitu menyedihkan.
Sehingga nanti, aku masih dapat membacanya
Tanpa sesal, pun pilu.
Beberapa waktu kedepan aku banyak berkeinginan, mencoba untuk keluar, melihat-lihat apa yang lebih menghibur dari diamku selama ini. Sebelum ini benar-benar menjadi sangat jauh atau tidak terlihat lagi, aku ingin kita mengingat segala yang pernah saling mempercayai. Karena mulai saat ini dan pada waktunya nanti, aku ingin juara dalam orang-orang yang dapat menghibur diri sendiri, penuh dengan segala maaf, dan mengharapkan apapun.
Semoga dalam keadaan yang sama-sama belumpernah kita ketauhui nanti, kita dapat mengucapkan maaf bersamaan.
karena akan ada akhir tanpa permintaan
aku kelelahan,
lalu berakhir seperti ini.
Ada orang menikmati api hanya untuk memperhangat keadaan.
Lalu di seberang jalan itu,
rinduku adalah abu yang diterbangkan angin.
Kau, sempat menjadi debar saat jantung telah lama kehilangan detak. Sekacau ini. Dari segala yang ada, aku datang dengan kata yang hancur, sampai pada akhir yang semua masih sama. Hari ini yang kutemui hanya rasa sesal. Mungkin esok, rasa sesal yang menemuiku.
Ternyata semesta lebih pandai memilih
Tentang segala kemungkinan,
kau akan memilih dan sama sekali bukan aku
Dan sumpah, tangis ini melipat-lipat seribu kalimat seisi badan.
kau akan memilih dan sama sekali bukan aku
Dan sumpah, tangis ini melipat-lipat seribu kalimat seisi badan.

